Blogger Widgets
..:: Galau?! Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang ::..

Selasa, 14 April 2020

Cara Membuat Merpati Kembali ke Kandang (Pengalaman Pribadi)

Merpati merupakan salah satu hewan yang unik, cerdas, jinak, dan bisa dikonsumsi. Sebab sifatnya itulah, banyak orang yang ingin memelihara merpati.

Di sekeliling kita, orang yang memelihara merpati umumnya menggunakan sistem umbaran yaitu dilepas bebas namun disiapkan sebuah pagupon atau rumah untuk merpati.

Masalahnya kadang-kadang rumah yang telah disiapkan untuk didiami merpati, tidak juga kunjung didiami, malah merpati pergi entah kemana, dan kemungkinan besar kembali ke kandang asalnya tempat kita membelinya.

Ane ingin menceritakan, sedikit apa yang ane lakukan hingga merpati tahu kandangnya. Sebelum membeli ane banyak-banyakin dulu baca artikel tentang merpati, bagaimana agar ia mengenali kandangnya, dll. Ane praktikin dan alhamdulillah berhasil dalam 7 hari.

Biar enak ane urutkan sesuai kronologinya saja mulai Selasa, 7 April 2020:

Selasa:
Pagi sekitar jam 10 ane beli sepasang merpati usia 2 bulan. Lokasi 5 km dari rumah ane. Sampai rumah langsung ane masukkan ke pagupon diberi makan biji jagung dan air. Paguponnya dibuat ada celahnya agar merpati melihat dan mengenali bagaimana lingkungan barunya. Selain itu juga untuk sirkulasi udara.

Rabu:
Masih dikurung seperti hari selasa. Diberi makan dan minum.

Kamis:
Paginya merpati dimandiin pakai sampo lalu dimasukkan ke kurungan, dijemur. Karena newbie modal dikit hehe, kardus bekas yang agak besarpun jadi. Kardusnya dilubangi-lubangi pakai cutter hingga seperti kurungan. Merpati dijemur sampai kering bulunya. Selama dijemur merpati ditempatkan di sekitar kandangnya agar ia melihat-lihat lingkungan barunya dari sudut yang berbeda. Setelah kering, kira-kira 3 jam, merpati dimasukkan kembali ke paguponnya. Diberi makan dan minum.

Jumat:
Sama dengan hari kamis, dimandiin dam dijemur. Namun tidak pakai sampo karena bau samponya yang kemarin masih belum hilang dari bulunya.

Sabtu:
Kondisi langit di tengah pandemi Corona berawan. Tidak nampak matahari dan sinarnya. Merpatinya ane tidak keluarin. Tetap di pagupon saja diberi makan dan minum. Sorenya hujan gerimis. Ane putuskan untuk membuka pintu paguponnya setengah jam menjelang maghrib. Mengapa menjelang maghrib? Agar merpati tidak terbang jauh-jauh. Ane terus berdoa agar berhasil. Setelah pintunya dibuka, merpati hanya keluar ke teras sebentar terus masuk lagi, keluar terus masuk lagi sambil tolah-toleh. Mungkin di pikirannya, "Ah lagi hujan, sudah mau malam juga. Terbangnya besok saja." Pintunya kembali ditutup.

Ahad:
Paginya dimandiin lalu dijemur di atas atap paguponnya. Agar ia lebih mengenali sudut-sudut lingkungannya yang baru. Ane belum berani untuk melepaskannya pagi, khawatir terbang jauh atau pulang ke kandang asalnya. Sorenya, fix ane lepasin jam 5. Pintu dibuka, pelan-pelan ia keluar pagupon terbang, keliling sekitaran rumah dari atap tetangga ke atap tetangganya tetangga, saaampai maghrib. Maghrib ia parkir di atap tetangga samping rumah. Ane pikir ia akan kembali. Nyatanya eh bermalam di situ. Malam hari hujan.. Ane sudah berserah diri kalau memang merpatinya kembali ke kandang asalnya besok.

Senin:
Pagi-pagi ane lihat merpatinya di atap tetangga sambil berjemur. Ane pancing dengan menaruh biji-biji jagung di sekitaran pagupon, apalagi di paguponnya harus lebih banyak. Mudah-mudahan merpati berpikir makanan hanya ada di paguponnya itu, tidak di tempat lain. Kalau sudah begitu merpati tidak akan pergi jauh-jauh dari pagupon. Alhamdulillah merpati mendekat dan akhirnya masuk kembali ke pagupon. Sambil mondar-mandir mungkin ia sudah mengenali tempat ini yang kemarin ia bermalam. Sorenya ane lihat alhamdulillah sudah mau bermalam di paguponnya...

Selesai..
Hari ini, selasa, alhamdulillah sudah sering bolak-balik ke paguponnya.
Semoga sedikit ulasan ini bermanfaat.

 


Buatnya pakai barang bekas, sampai pakunya ya juga paku bekas... :D 












_____

Kendari, 14 April 2020
~WA

Jumat, 26 Juli 2019

Al-Imtihan Al-Akhir fi Ma'had Umar bin Khattab Surabaya


Alhamdulillah bini'matihi tatimmu ash-shalihat..

Sangat senang hari ini. Tadi adalah hari terakhir ujian di Ma'had Umar untuk Program D2 Bahasa Arab. Atas izin Allah setelah 2,5 tahun belajar, alhamdulillah banyak ilmu baru yang didapatkan, khususnya tentang ilmu Nahwu dan Sharaf.

Kedua ilmu ini adalah ilmu yang paling mendasar ketika seseorang ingin memahami atau mencicipi keindahan bahasa Arab. Namun keduanya harus ditunjang dengan perbendaharaan mufradat (kosakata).

Ilmu Nahwu-Sharaf atau grammar-nya bahasa Arab merupakan pola-pola umum. Akan lemah penguasaan bahasa bagi seseorang jika mengetahui pola tapi kurang dalam perbendaharaan mufradat (vocabulary).

Guru hanya memberikan kita kunci dan tidak memberikan kita seluruh ilmu. Kita harus menggunakan kunci itu, yakni pengetahuan dasar yang sudah ada, untuk membuka pintu gudang-gudang ilmu yang lebih besar. Jika kita tinggal diam maka tidak ada manfaatnya kunci tersebut.

Tugas seseorang setelah mengetahui kaidah Nahwu-Sharaf adalah belajar dan terus belajar, dengan membaca dan mendengar, sering membuka mu'jam, sehingga dengan itu pengetahuannya bertambah dan pastinya mau tidak mau mufradat-nya juga bertambah.

Sesungguhnya tujuan kita mempelajari bahasa Arab adalah untuk mempelajari agama kita, karena sumber-sumber agama kita seluruhnya berbahasa Arab. Maka hendaknya setiap muslim untuk berusaha mempelajarinya. 

Semoga bermanfaat dan menambah motivasi...

Sebuah doa sekaligus nasihat berharga dari seorang teman

Para teman sekelas di hari terakhir
____

Wiyung - Surabaya, 24 Dzulqa'dah 1440 H/26 Juli 2019
~WA

Jumat, 05 Juli 2019

KIAT-KIAT AGAR HIJRAH ISTIQAMAH DAN TIDAK GAGAL DI TENGAH JALAN

Hijrah (هجرة) memiliki dua makna, yaitu hijrah tempat dan hijrah amal perbuatan. Hijrah tempat ialah berpindah dari negeri kafir menuju negeri Islam. Sedangkan hijrah amal perbuatan ialah meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah.

Hijrah hukumnya fardhu 'ain bagi setiap muslim. Oleh karenanya, jangan sampai putus di tengah jalan dan akhirnya gagal.

Hijrah sendiri ada tiga tingkatan, mulai dari yang terbesar yaitu hijrah dari kesyirikan menuju tauhid, dari bid'ah menuju sunnah, dan dari maksiat menuju taat.

Keutamaan hijrah, diantaranya:
1. Tanda keimanan kepada Allah (QS. Al-Anfal: 74)
2. Allah menjanjikan rizqi bagi orang yang berhijrah (QS. An-Nisa': 100)
3. Allah akan ampuni dosa-dosanya (Hadits tentang kisah masuk islamnya Amr bin Ash)
4. Allah siapkan surga dan surga adalah puncak kesuksesan (QS. At-Taubah: 20-21)

- - - - - - -

Setelah kita mengetahui pentingnya hijrah, agar kita bisa istiqamah di atasnya ada beberapa kiat-kiat:

1. Meluruskan niat ketika hijrah

Ini yang paling penting. Orang yang hijrahnya ikhlas, ia akan istiqamah. Dia tidak peduli cibiran orang. Karena yang dia tuju adalah keridhaan Allah. "Selama kita di jalan yang benar, tidak usah pedulikan omongan orang."

2. Cari lingkungan dan teman yang baik

Sudah merupakan fitrah manusia, orang itu terpengaruh dengan lingkungan dan temannya. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
الرجل على دين جليله، فلينظر أحدكم من يخالل
"Seseorang dilihat dari agama teman dekatnya, maka hendaknya kalian memerhatikan kepada siapa dia berteman dekat." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, shahih). 
Nabi Muhammad saja ketika hijrah tidak sendirian, beliau ditemani Abu Bakar Ash-Shiddiq. Semestinya kita juga tidak sendirian ketika hijrah. Teman yang baik punya banyak manfaat, diantaranya adalah membantu agar kita lebih mudah istiqamah. Ada ulama yang mengatakan bahwa seandainya teman yang baik itu tidak bermanfaat kecuali satu saja manfaatnya, yaitu kita akan malu berbuat maksiat di depannya, niscaya itu sudah cukup. 

3. Menguatkan pondasi dasar aqidah

Karena aqidah itu pondasi. Ibarat bangunan, pondasinya dulu yg harus diperkuat agar bangunannya bisa kokoh. Oleh karenanya orang yang baru hijrah harus belajar tauhid. Dan jangan pernah bosan belajar tauhid. Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kita,
فاعلم أنه لا إله الا الله
"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada sembahan kecuali Allah." (QS. Muhammad: 19)
Ayat ini adalah perintah untuk nabi dan kaidah ulama menyebutkan bahwa perintah untuk nabi adalah juga perintah untuk umatnya. Ibnu Qayyim menyebutkan bahwa ada 3 masalah utama dalam agama, yaitu tauhid, fiqih, dan akhlaq.

4. Ngaji ilmu agama

Siapa yang ingin sukses dalam hijrahnya, dia harus belajar agama. Ngaji ilmu agama adalah cahaya yang menerangi jalannya ke surga. Nabi ﷺ bersabda:
من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل له به طريقا إلى الجنة
"Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka mencari ilmu (agama), maka Allah akan mudahkan jalannya menuju surga." (HR. Muslim)

5. Harus sabar

Karena orang hijrah itu berat tantangannya. Dia akan mendapat cibiran dari orang-orang. Maka seorang harus sabar dalam perjalanan dia hijrah. Dia tawakkal, optimis, karena Allah akan mengganti dengan yang lebih baik.

6. Doa

Doa adalah kunci kebaikan dunia dan akhirat. Berdoalah kepada Allah agar kita diberi keistiqamahan. Karena hati manusia berada di jemari Allah dan Allah yang membolak-baliknya sesuai kehendakNya. Berdoalah, "Yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii 'alaa diinika" (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)

Semoga bermanfaat..
[Faidah dari Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi @ suatu majelis ilmu di Masjid Baitussalam Ketintang Selatan Surabaya]

_____

Wiyung - Surabaya, 2 Dzulqa'dah 1440 H
~WA

Sabtu, 29 Juni 2019

Kaedah AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR

Seringkali kita beramar ma'ruf atau bernahi mungkar namun tidak mengetahui aturannya, asal menyuruh atau melarang orang saja dari sesuatu. Padahal sebenarnya ada aturan sebelum melakukannya. Berikut ini insyaallah 5 kaedah ringkasnya:

KAEDAH AMAR MA'RUF

1. Mengetahui bahwa yang akan kita perintahkan adalah benar-benar pebuatan ma'ruf.

Kita harus tahu dengan pasti bahwa amal atau ibadah yang akan kita perintahkan itu benar-benar dilandasi dalil syar'i. Tidak boleh kita memerintahkan suatu amal yang diada-adakan tanpa dalil misalnya bertasbih sebanyak 4444 kali, karena ikatan bilangan ini tidak ada dalilnya.

2. Mengetahui bahwa lawan bicara kita benar-benar meninggalkan perbuatan ma'ruf.

Kita juga harus pastikan bahwa orang yang akan kita perintahkan berbuat ma'ruf itu memang meninggalkan perbuatan ma'ruf atau belum melakukannya. Jika ternyata ia telah melakukan perbuatan ma'ruf, maka tidak perlu kita perintahkan karena ia telah melakukannya.

KAEDAH NAHI MUNKAR

1. Mengetahui bahwa yang akan kita ingkari adalah benar-benar perbuatan mungkar.

Kita harus tahu dengan pasti bahwa perkara yang akan kita larang/ingkari itu memang benar-benar perkara mungkar berdasarkan nash dan bukan perkara khilafiyah yang mu'tabar (dianggap). Jika perkara itu khilafiyah yang mu'tabar maka sikap kita tidak boleh mencelanya.

2. Mengetahui bahwa lawan bicara kita benar-benar melakukan perbuatan mungkar.

Kita juga harus pastikan bahwa orang yang akan kita ingkari itu memang melakukan perbuatan mungkar, bisa dengan cara mengonfirmasinya terlebih dahulu. Karena bisa jadi ada alasan syar'i pada orang itu yang kita tidak ketahui sebelumnya. Hal ini sebagaimana dulu ketika nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika hendak mengingkari seorang sahabat yang memakai gelang, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menanyakan dulu maksud sahabat ini memakai gelang. Setelah mengetahui ternyata maksud sahabat memakai gelang tersebut berbau kesyirikan, maka nabi mengingkari dan menyuruh melepasnya.

3. Mengetahui bahwa pengingkaran kita terhadap sesuatu tidak menimbulkan kemungkaran yang lebih besar.

Hal ini penting dan perlu ditimbang-timbang, sebab jangan sampai kita mengingkari sesuatu malah menimbulkan kemungkaran yang lebih besar. Jika akan mendatangkan kemungkaran yang lebih besar maka kita saat itu tidak boleh bernahi mungkar.

Wallahu a'lam. Sedikit faedah dari Ust. Fadlan Fahamsyah di suatu kajian.
_____

Solo, 25 Syawwal 1440 H
~WA

Sabtu, 01 Juni 2019

Sebab-sebab Terhindar dari Siksa Kubur

Ada tujuh hal yang bisa kita lakukan agar moga-moga Allah menghindarkan kita dari siksa kubur. Ketujuh poin ini disampaikan oleh Al-Ustadz Fadlan Fahamsyah saat tarawih dulu di Masjid Al-Ikhlas Palm Spring Surabaya beserta penjelasan hadits-hadits yang mendasarinya. Poin-poinnya adalah:

1. Membaca surat Al-Mulk

2. Menjaga kebersihan ketika buang air

3. Menjaga lisan dari adu domba

4. Membaca doa perlindungan setelah tasyahud sebelum salam: "Allahumma innii a'uudzubika min 'adzaabi jahannam, wa min 'adzaabil qabri wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min syarri fitnatil masiihid dajjaal."

5. Memperbanyak amal-amal sholeh (shalat, puasa, zakat, dll)

6. Tidak meratapi jenazah dan membangun sesuatu di atas kuburannya

7. Disholati oleh 40 orang ahli tauhid

Semoga Allah memudahkan kita untuk mengamalkannya...
---

Lahabaru, 27 Ramadhan 1440
~WA

Senin, 08 April 2019

Ringkasan Daurah Bekal Ramadhan


MENYAMBUT BULAN RAMADHAN 🕌✨
(Diringkas dari "Daurah Bekal Ramadhan", oleh Ustadz Fadlan Fahamsyah di Masjid Al-Ikhlas Palm Spring - Surabaya, 7 April 2019)

Alhamdulillah bulan puasa sebentar lagi. Apa yang harus kita lakukan?

1. Berdoa sebelum masuk Ramadhan. Bentuk doanya, ada 3:
- Berdoa agar kita dapat memasuki bulan ramadhan,
- Berdoa agar kita diberi kemampuan beramal shaleh di bulan Ramadhan, dan
- Berdoa agar amal ibadah kita setelah itu diterima oleh Allah.

2. Melakukan pemanasan, yakni banyak berpuasa. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam banyak berpuasa di bulan Sya'ban.

3. Bertaubat dan memperbanyak istighfar. Dosa yang banyak membuat seseorang berat untuk melakukan amal shaleh.

4. Memantapkan ilmu sebelum Ramadhan. Mempelajari tentang fiqh dan amalan-amalan yang ada di bulan Ramadhan.

5. Menjauhi kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan di bulan Ramadhan. Secara ringkas kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan adalah:

1) Tidak mempelajari hukum-hukum seputar puasa dan Ramadhan. Seseorang yang tidak mempelajari terkait hukum-hukum seputar Ramadhan dikhawatirkan ia  melanggar batasan-batasan ataupun terluput dari amalan-amalan di bulan Ramadhan.

2) Melakukan puasa satu hari atau dua hari sebelum tanggal 1 Ramadhan. Dibolehkan berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan jika sudah rutin puasa sunnah sebelumnya.

3) Mendahului Ramadhan dengan ziarah kubur dan menjadikannya kebiasaan. Di zaman sahabat sudah ada kuburan dan memungkinkan mereka untuk melakukan kebiasaan tersebut namun mereka tidak melakukannya.

4) Menentukan awal Ramadhan dengan selain ru'yah (melihat bulan). Penentuan awal ramadhan yang benar adalah disandarkan dengan melihat bulan sebagaimana dalam beberapa riwayat hadits.

5) Melafazkan niat puasa.

6) Meninggalkan makan sahur secara sengaja.

7) Tidak mengakhirkan sahur. Sunnahnya sahur diakhirkan hingga mendekati adzan.

8) Mengakhirkan waktu berbuka. Sunnahnya menyegerakan berbuka ketika telah masuk waktunya.

9) Meninggalkan doa ketika berbuka. Doa yang dianjurkan ketika memulai buka puasa adalah bacaan "Bismillah" dan setelah berbuka puasa membaca doa:
ذَهَبَ الظَّمَأُ ، وَابْتَلّتِ الْعُرُوْقُ ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ ، إِنْ شَاءَ اللَّهُ

10) Meyakini hadits dhaif yang sering beredar: "10 hari awal ramadhan adalah rahmat, 10 hari kedua adalah ampunan, dan 10 hari ketiga adalah dibebaskan dari neraka." Hadits ini juga mungkar. Adapun yang benar adalah seluruh hari-hari bulan Ramadhan adalah hari-hari rahmat, hari-hari ampunan, dan hari-hari pembebasan dari api neraka. Tanpa ada perincian 10 hari 10 hari.

11) Berlebih-lebihan ketika makan sahur dan berbuka. Termasuk juga boros dan membuang-buang makanan.

12) Tidak bisa menjaga lisan dan suka menggibahi orang.

13) Makmum ikut membuka mushaf ketika shalat tarawih. Makmum sebaiknya mendengarkan saja dan melihat ke tempat sujud. Adapun imam dibolehkan membuka mushaf karena ada riwayatnya.

14) Memulai shalawat tarawih dengan ucapan "Ash-shalatu jami'ah". Tidak ada contoh dari nabi atau sahabat.

15) Tidak ikut tarawihnya imam sampai selesai witir, dengan alasan akan shalat malam lagi nanti. Hendaknya ikut sampai imam selesai shalat witir karena ada keutamaan pahala shalat semalam suntuk bagi siapa yang shalat bersama imam sampai selesai.

16) Tidak tuma'ninah ketika shalat tarawih, karena sangat cepat. Shalawat tarawih seperti ini bisa batal, karena tuma'ninah adalah rukun shalat.

17) Membaca shalawat dengan keras di sela-sela tarawih. Tidak ada contoh dari nabi atau sahabat.

18) Membayar zakat fitrah dengan uang. Di masa nabi dan para sahabat sudah ada uang, tapi nabi dan para sahabat tetap membayar zakat fitrah mereka dengan makanan pokok. Boleh membayar zakat dengan uang asalkan amil zakat nanti menukarkan dengan beras lalu membagikannya dalam wujud beras.

19) Hari raya tidak ikut pemerintah. Hendaknya hari raya ikut pemerintah agar seluruh kaum muslimin serentak ber-Idul Fitri. Hari raya merupakan eksperesi ukhuwah dan kebersamaan, hendaknya seluruh muslim secara serentak berbuka. Jangan sampai di suatu negeri ada yang sudah berbuka namun masih ada juga yang masih puasa.

_____

Maaf jika ada kekurangan, share jika bermanfaat...

~Wawan Ahmad

Sabtu, 06 April 2019

Sebab-sebab Dilipatgandakannya Pahala Suatu Amalan

Umur kita yang pendek di dunia ini bagaimana caranya kita memperoleh hasil yang sebaik mungkin, derajat yang setinggi-tingginya, pahala yang sebesar-besarnya. Kata nabi, "Umur umatku di antara 60-70 tahun." Bahkan banyak orang sebelum 60 tahun sudah dipanggil.

Ibarat pedagang bagaimana caranya memperoleh keuntungan maksimal dengan modal minimal. Adapun modal kita sebagai orang beriman, adalah iman yang ada dalam hati kita dan juga waktu.

Sebab-sebabnya:

1. Utamakan amalan yang wajib sebelum yang sunnah

Dalam hadits qudsi, Allah berfirman: Tidak ada amalan yang dicintai Allah melainkan yang wajib. Senantiasa seorang hamba mendekatkan diri kepadaku dengan yang nafilah....

Amalan yang wajib terbagi menjadi dua macam, yakni fardhu 'ain dan fardhu kifayah. Dahulukan fardhu 'ain.

Amalan yang wajib terbagi menjadi dua lagi, ada yang kaitannya dengan hubungan dengan Allah dan ada yang antara manusia.

Meninggalkan yang haram dulu daripada yang makruh. Maka ketika kita meninggalkan yang haram begitu juga dengan yang makruh.

2. Lakukan ibadah secara ikhlas. Semakin kita ikhlas dalam beramal shaleh maka semakin besar pula pahala kita dari Allah.

Kalau ada ibadah yang masih bisa kita sembunyikan, maka lakukan dengan sembunyi-sembunyi.

3. Lakukan amalan sesuai dengan tuntunan dan petunjuk nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Semakin sesuai dengan contoh nabi maka semakin besar pahala yang didapatkan.

4. Lakukan amalan secara terus menerus/kuntinyu. Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang kontinyu meskipun sedikit.

5. Lakukan amalan-amalan yang sifatnya sosial, yakni yang manfaatnya dirasakan oleh banyak orang bukan diri kita saja.
Bermanfaat dengan orang lain itu ada macam-macam:
1. Bermanfaat dengan ilmu
2. Bermanfaat dengan harta
3. Bermanfaat dengan tenaga

Semoga bermanfaat.
(Diringkas dari sebuah ceramah)
_______

Surabaya, 30 Rajab 1440 H
~WA

Selasa, 25 Desember 2018

Merawat Jenazah

Ringkasan tata cara MERAWAT JENAZAH:
1. Jika orangnya masih bernyawa kita talqinkan sendiri-sendiri, jangan rame-rame dan bertubi-tubi.
2. Lepas gigi palsunya yang emas, jangan dipaksakan apalagi sampai patah.
3. Tutup matanya, jika susah gunakan koin.
4. Boleh menekan perutnya dengan batu agar tidak kembung.
5. Segerakan pengurusannya, 6 jam sudah akan banyak cairan.
6. Ucapkan kalimat tarji' (Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un), tidak boleh menceritakan kejelekannya.
7. Menutupi jenazah dengan kain.
8. Membayar utangnya.
9. Mengafani dengan kain kafan 3 lembar (5 lembar dha'if). Lebih bagus kain hibarah, yakni kain putih yang ada garis-garisnya.
10. Gunakan parfum yang tidak berwarna dan kapur barus.
11. Shalat tidak harus shaf ganjil kecuali jamaah sedikit maka dibuat 3 shaf.

BAHAN-BAHAN YANG DIBUTUHKAN:
1. Sabun (tidak terlalu banyak) dan shampo 1 sachet
2. Kapur barus 1 kg
3. Sarung tangan (6 pasang jika 1 tim)
4. Masker
5. Kresek untuk kotoran
6. Gunting
7. Kapas 250 gram (sesuai kebutuhan)
8. Kain ihram, sebagai handuk dan penutup
9. Sarung, sebagai penutup kala mandi
10. Parfum
11. Apron (semacam jas hujan/jas masak)
12. Kain hibarah 1 untuk di dalam
13. Kain putih polos
14. Tali pocong
15. Underpad
16. Meteran (hanya untuk mempermudah)

LANGKAH-LANGKAH MEMANDIKAN:
1. Gunakan sarung tangan.
2. Lepas bajunya, dengan gunting jika tidak memungkinkan.
3. Angkat kakinya sedikit yang kiri.
4. Ambil kapas yang sudah dibasahi, lalu bersihkan duburnya.
5. Kalau cairan masih keluar terus, sumbat pakai kapas.
6. Ambil kapas, bersihkan mulutnya lalu lubang hidungnya, sebelah kanan dahulu.
7. Ambil kapas Π yang bisa dilipat, basahi lalu bersihkan seluruh tubuhnya.
8. Ingat ketika menyentuh kemaluan atau dubur gunakan tangan kiri.
9. Wudhukan mayyit, saat wajah angkat kepala mayyit lalu yang lain menutup hidungnya, lalu ambil air 2 genggaman lalu dibasuhi. Begitu pun saat mengusap rambut.
10. Kemudian jenazah disabuni seluruh tubuhnya, bagian kanan atas, lalu bawah, baru kemudian bagian kiri.
11. Lalu diguyur 5 kali; kanan 2, kiri 2, terakhir kanan dulu baru ke kiri dengan air kapur. Semuanya dari kepala.
12. Setelah itu jenazah dilap-lap dengan kain ihram. Jangan sampai terbuka auratnya.

LANGKAH-LANGKAH MENGAFANI:
Nanti jadinya seperti ini, perhatikan letak talinya
1. Buat tali 5 di bawah. 2. Hamparkan kain hibarah, lali taburi kapur barus ¼ kg dan semprot parfum.
3. Hamparkan kain kedua polos, lalu taburi kapur ¼ kg dan semprot parfum.
4. Hamparkan kain ketiga polos, lalu taburi kapur ¼ kg dan semprot parfum.
5. Jika mau dibawa keluar kota, taruh underpad namun sebelumnya taruh 2 tali di bawah underpad.
6. Lipat kain kafan dari 4 arah, khusus arah kiri 2 kali dilipat.
7. Angkat jenazah ke atas kain, lalu simetriskan posisinya.
8. Pasang underpad lalu ikat, yang satu di tengah paha dan yang satu di lutut.
9. Ikat ibu jari kakinya biar rapat, ikat juga di pergelangan kakinya.
10. Tutup dengan kafan lembaran pertama, lalu tarik kain ihram yang tadi sebagai handuk.
11. Tutup dengan kafan kedua press body.
12. Tutup dengan kafan ketiga (hibarah), lipat terlebih dahulu bagian bawahnya. Lalu tutup jenazah.
13. Ikat jenazah. Jika ada lebih kain pada ujung kepala atau ujung kaki maka lipat ke atas.
14. Boleh membuatkan kerudung tapi nanti dibereskan lagi.

MENGUBURKAN:
1. Masuk pemakaman jangan menginjak makam.
2. Memasukkan mayyit dari arah kaki (selatan) sambil berdoa:
بسمِ اللّهِ وعلٰى مِلَّةِ رَسُوْلِ اللّهِ
3. Mengangkat mayyit dengan tangan kanan di bawah dan dengan tangan kiri di atas, karena kekuatan di tangan kanan, kecuali kidal maka sebaliknya.
4. Tidak boleh yang memasukkan jenazah ke dalam kubur adalah orang yang tadi malam berhubungan dengan istrinya.

-------

Pelajaran dari Ust. Abbas Anas di Masjid An-Nur Prapen Indah 29 Juli 2018.
Semoga ada manfaatnya.

~WA

Selasa, 13 November 2018

About Bid'ah

Kaidah yg sangat bagus dalam masalah ibadah yang tidak ada contoh dan rekomendasinya dari Nabi adalah seperti yg disebutkan oleh banyak ulama ahlussunnah, diantaranya Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya:

لَوْ كانَ خَيْرًا لـَسَبَقُوْنا إِلَيْهِ

"Seandainya amalan itu baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita dalam melakukannya"

Jadi kalau ketemu ibadah baru, kita bingung apakah ikut mengerjakan atau tidak, pakai kaidah di atas...

Apakah sahabat nabi melakukannya atau tidak..? Seandainya amalan itu baik pasti sahabat nabi dulu yang pertama kali akan melakukannya.

Karena mereka orang-orang yang tidak diragukan lagi semangatnya dalam mencari kebaikan. Dan tidak ada satupun kebaikan yg mampu mereka lakukan, kecuali pasti akan mereka lakukan...

Hanya Allah yang memberi taufik, mudah-mudahan bermanfaat.
_____

Surabaya, 5 Rabiul Awal 1440
~WA

Minggu, 23 September 2018

MENGGAPAI KELUARGA SAMARA

Apabila suatu keluarga merupakan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah niscaya di dalam keluarga tersebut penuh ketenteraman dan kebahagiaan. Perkara-perkara yang bisa membuat keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah:

1. Dengan taqwa kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah.

2. Menghidupkan sunnah-sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam kehidupan rumah tangga. Lihatlah bagaimana Rasulullah menjalani kehidupan rumah tangganya. Kata para ulama, sebaik-baik keluarga adalah keluarganya Rasulullah.

3. Mendidik keluarga dengan ilmu agama yang benar dan dengan keteladanan.

4. Menunaikan hak dan kewajiban anggota keluarga dengan penuh keikhlasan. Menunaikan kewajiban lebih dituntut daripada menuntut hak. Jika ikhlas dalam menunaikan kewajiban ini maka akan membuahkan pahala di sisi Allah.

5. Mengindahkan akhlak dan adab-adab Islam.

6. Saling menasihati dalam kebaikan, kebenaran, dan kesabaran. Jika tidak ditegakkan nasihat maka akan menjatuhkan anggota keluarga ke dalam dosa dan maksiat. Dan tidaklah suatu dosa mendatangkan sesuatu kecuali musibah ke dalam keluarga tersebut.

7. Menegakkan amar ma'ruf dan nahi mungkar. Jangan takut kepada suami/istri ketika amar ma'ruf nahi mungkar, karena ini merupakan bentuk kepedulian dan kasih sayang agar suami/istri/anak tidak terjatuh dalam api neraka.

8. Lemah lembut dan bijak dalam segala urusan. Kelembutan akan menghiasi suatu urusan. Bijak yang dimaksudkan adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya.

9. Saling mengasihi dan menyayangi. Inilah ruh dalam rumah tangga.

10. Saling menerima kekurangan dan kelebihan yang ada. Perlunya saling legowo ketika ada kekurangan yang nantinya berusaha untuk diperbaiki. Suami yang berhasil adalah suami yang bisa mendidik istrinya menjadi lebih baik.

11. Saling bisa memahami perasaan dan saling memaafkan. Contoh bagaimana ketika sahabiyat Ummu Salamah memperlakukan suaminya ketika pulang dari safar dan anaknya telah wafat.

12. Musyawarah bersama di dalam menentukan keputusan dan semisalnya. Meskipun kendali di tangan suami namun hendaknya anggota keluarga diajak untuk musyawarah agar anggota keluarga merasa memiliki rumah tangga tersebut.

Semoga bisa kita amalkan...
______

Surabaya, 13 Muharram 1440 H/23 September 2018
~WA

Jumat, 31 Agustus 2018

Solusi Menghadapi Fitnah Syubhat

1. Kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah yang dipahami sesuai pemahaman salafush shalih
2. Kembali kepada aqidah dan manhaj salaf
3. Berpegang teguh pada jamaah kaum muslimin (menaati pemimpin muslim selagi bukan kemaksiatan)
4. Banyak bertaqwa kepada Allah subhanahu wa ta'ala
5. Bersabar
6. Banyak-banyak berdoa kepada Allah

Faidah ceramah "Fitnah dan Bahaya Syubhat" oleh ust. Abdurrahman Thoyyib, Lc.

Wiyung, 20 Dzulhijjah 1438 H

Senin, 20 Agustus 2018

Mengapa dosa syirik sulit mendapatkan ampunan Allah daripada dosa maksiat selain syirik?

Faidah kajian ini kami dapatkan dari ustadz Fadlan Fahamsyah di salah satu kajiannya pekan lalu. Sangat logis. Bagaimana penjelasan tentang dosa syirik yang lebih sulit mendapatkan ampunan Allah daripada dosa maksiat..

Seperti ini:

Seumpama ada orang yang bermaksiat meminum minuman keras, maka dosanya hanya dicatat cukup disitu. Dosa besarnya dicatat saat itu. Ketika ia pulang ke rumahnya lalu bercengkrama dengan istrinya dan anak-anaknya maka tidak dihitung lagi ia berdosa. Dosanya yang dicatat hanya ketika ia meminum minuman keras tadi. 

Adapun orang yang melakukan kesyirikan, maka ia dicatat berdosa sampai ia bertaubat dengan taubat yang sungguh-sungguh. Contohnya ketika ada seseorang yang menaruh sesajen di tempat yang dianggap keramat, maka hal tersebut dicatat sebagai dosa. Ketika ia pulang ke rumahnya dan bercengkrama dengan istrinya dan anak-anaknya maka ia tetap dihitung berdosa, dan seterusnya. 

Mengapa demikian??

Karena orang yang melakukan kesyirikan tadi tetap menyimpan keyakinan syirik di dalam hatinya, meskipun ia telah selesai melakukan aktivitas sesajen. Ketika ia bercengkerama dengan istrinya dan anak-anaknya di rumah, keyakinannya tentang sesajen tadi masih ada di dalam hatinya. Oleh karena itu, ia masih berdosa karena masih menyimpan keyakinan syirik tersebut di dadanya dan selalu ia bawa kemana-mana. 

Hal ini juga membuat sulitnya diterima taubat orang yang melakukan kesyirikan, kecuali dengan taubat nasuha serta meninggalkan segala keyakinan syiriknya. 

Demikian penjelasannya. 

Sebenarnya masih banyak penjelasan lagi mengapa begitu agungnya dosa syirik di tulisan atau buku-buku tentang tauhid. Semoga Allah menjauhkan kita dari kesyirikan, baik syirik besar maupun syirik kecil, yang kita sadari dan juga kita tidak sadari. Mari perkuat tauhid kita. Mari belajar ilmu tauhid, ajaran inti di dalam agama kita..

@Masjid Al-Wahyu Menanggal
Surabaya, 8 Dzulhijjah 1439 H
~WA

Selasa, 31 Juli 2018

Teks Muhadharah I

اقوم امامكم في هذه السعة،  أريد ان اتكلّم من وصيّةٍ كما قل اللّه تعالى في الصورة العصر. الآن، سئتكلم عن الغيبة.   ما هي الغيبة؟ 

الرسول صلّى اللّه عليه وسلّم في حديث صحيح رواه مسلم قال: أتدرون ما الغيبة؟
قالو: اللّه ورسوله اعلم
قال: ذكرك اخاك بما يكره
قيل: أفرأيت ان كان في اخي ما أقول؟ 
قال: إن كان فيه ما تقول فقد اغتبته و إن لم يكن فيه ما تقول فقد بهته

إخواني رحيمني ورحيمكم اللّه
ليست المشكلة أن تغتاب. المشكلة أن قد لا نعرف الغيبة. كثير من الناس يدخل في الغيبة و هو لا يعلم. مثلً يقول بعض الناس احياناً: انا اصل ما اغتبته، انا ذكرتُ شيء فيه. نقول: هي الغيبة في حقيقتها. بعض احياناً يقول: انا ما اغتبته، إنما اقول في وجحه. نقول: شكراً جزاك اللّه خير، أنتَ تنصحه حين ما قلت في وجحه و لكن حديثً في خلفه ايضاً من الغيبة و يدخل في الغيبة. وما الفائدة انتَ تقول اخاك في خلفه أو في وراءه؟

في الصورة الحجرات (12) اللّه يقول: يٰايها الذين اٰمنوا اجتنبوا كثيراً من الظنّ انّ بعض الظنّ اثمٌ ولا تجسّسوا ولا يغتب بعضكم بعضاً ايحبّ احدكم ان يأكل لحم اخيه ميتاً فكرهتموه واتّقوا اللّه انّ اللّه توّابٌ رحيم

النبي صلى اللّه عليه وسلم قال: لما عرج بي الى السماء مررت بقوم لهم اظفار من نحاس يخمشون وجوههم وصدورهم
فقلت: من هؤلاء يا جبريل؟
قال: هؤلاء الذين يأكلون لحوم الناس ويقعون في اعراضهم

انتبه يا اخوة! لئن ينس كثيراً من الناس ويغفل كثيراً من الناس: انّ هذه الغيبة تعتبر من كبائر الذنوب وشر الطبيعة التى قد يجحل كثيراً من الناس

Sabtu, 23 Juni 2018

Mungkin Kita Terlalu Bergantung pada Diri Kita

Terkadang dalam banyak perkara, kita melupakan keterlibatan Allah. Seakan-akan kita bisa mengatasinya dengan pikiran, tenaga, atau kekuatan kita sendiri. Kita lupa bahwa yang menentukan semuanya, berhasil atau tidaknya, adalah Allah. Kita sering lupa...

Padahal, tidak ada pikiran, tenaga, atau kekuatan melainkan semuanya dari Allah. Jangan pernah merasa usaha kita akan berhasil hanya dengan pikiran dan tenaga kita sendiri. Urusan kita walau hanya beberapa detik, walau hanya setengah detik, tidak akan bisa berhasil kecuali atas pertolongan Allah. Maka bertawakkallah kepada-Nya, gantungkan semua urusan kita kepada-Nya. Karena sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengatur, sebagaimana nama-Nya "Al-Mudabbir".

Begitu pula kita diajarkan oleh nabi kita  dengan doa:

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

"Wahai Dzat Yang Mahahidup, Wahai Dzat Yang Berdiri sendiri, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku, dan jangan serahkan urusanku kepadaku walau hanya sekejap mata." [HR. Nasa'i & Hakim, dinilai hasan oleh Al-Albani]

Perhatikanlah doa indah ini! Meskipun hanya sekejap mata, kita tidak diperkenankan mengandalkan kekuatan kita sendiri kecuali bertawakkal pada Allah. Maka jangan lupa untuk untuk terus berdoa. Tetaplah memohon kepada-Nya, karena tidak ada kerugian bagi peminta-minta saat ia meminta-minta pada Dzat Yang Mahakuasa dan Mahakaya. Ya Rabb, selamatkan kami di dunia dan di akhirat...

_-_-_-_-_

@ Bandara Sultan Hasanuddin, transit Makassar dari Kendari
Sabtu, 9 Syawal 1439 H
~WA

Senin, 28 Mei 2018

Kiat-kiat Istiqamah

Kiat-kiat agar istiqamah di atas agama Allah dan ibadah kepada-Nya:

1. Berpegang teguh pada aqidah yang lurus dan kokoh. Yaitu aqidahnya rasul dan sahabat. Dan itu tidak akan terwujud tanpa kita terus belajar (tentang aqidah dan manhaj).

2. Terus mengoreksi niat kita. Ketika kita melakukan ibadah harus lillahi ta'ala.

3. Banyak mengingat pahala atau ganjaran yang akan didapatkan oleh orang yang bisa istiqamah. Seperti pada surat Fushshilat ayat 30.

4. Harus beribadah di atas ilmu. Jangan ibadah karena hanya ikut-ikutan orang.

5. Banyak bersabar. Menahan lisan dan anggota badan dari yang dilarang Allah.

6. Jangan berhenti berdoa. Agar Allah menganugerahkan kita keistiqamahan di atas agamanya. Kita tidak boleh mengandalkan diri kita sendiri.

(Faidah ceramah tarawih Ust. Abdurrahman Thoyyib, Lc. tadi malam.)

@ RKR, 12 Ramadhan 1439 H
~WA

Kamis, 03 Mei 2018

Sejatinya Hanya Pindah Ujian


Saat kita terlahir ke dunia dan pertama kali membuka kelopak mata kita, saat itulah kita melihat tempat ujian kita. Lalu kita beranjak aqil baligh, saat itu lah kita mulai "menulis" di atas "lembar jawaban" ujian kita.

Sejatinya hidup kita ini adalah ujian. Dan kita setiap waktu hanya berpindah dari satu ujian ke ujian yang lain. Maka fokuslah terhadap ujian yang kita hadapi. Ujian yang berada di depan kita.

Ada orang yang diberi harta yang banyak maka di situ lah ujiannya.
Ada orang yang serba kekurangan maka di situ lah ujiannya.
Ada orang yang berpangkat tinggi maka di situ lah ujiannya.
Ada orang yang tidak berpangkat sama sekali maka di situ lah ujiannya.
Ada orang yang memiliki kecerdikan maka di situ lah ujiannya.
Ada orang yang sedikit bodoh maka di situ lah ujiannya.
Ada orang yang menjalani hidup dengan kesendirian maka di situ lah ujiannya.
Ada orang yang sudah menikah bertahun-tahun maka di situ lah ujiannya.
Ada orang yang sibuk setiap harinya maka di situ lah ujiannya.
Ada orang yang punya banyak waktu luang maka di situ lah ujiannya.
Semuanya sebatas ujian...

Maka bersabarlah sebentar saja. Sampai kertas ujian kita ditarik kembali. Tidak perlu terlalu sibuk mengurusi ujian orang lain, karena bisa jadi waktu sudah habis sementara kita belum selesai mengerjakan ujian.

Buatlah jawaban dengan sebaik-baiknya sesuai petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Pahami petunjuk tersebut dengan baik. Dan tidak perlu melilit diri dalam aturan di luar petunjuk.

Teruslah memperbaiki diri, teruslah belajar, teruslah membawa manfaat terhadap sesama. Teruslah berbuat baik. Hingga hasil terbaik yang kita tuai setelah kelopak mata kita menutup kembali.

Sebatas muhasabah ringan... Huuhhff..
_____

@Bandara Juanda, menunggu keluarga
Kamis sore, 17 Sya'ban 1439 H/3 Mei 2018
~WA

Sabtu, 21 April 2018

TIAP HARI MENGEMIS

☄Ust. Rizal Yuliar Putrananda, Lc.
🕌Masjid Al-Ikhlas Palm Spring, Surabaya
🗓Ahad, 18 Jumadil Awwal 1439 H/4 Februari 2018

Berkata Maimun ibnu Mihran rahimahullah (tabi'in):

إِنَّ أَعْمَالَكُمْ قَلِيلَةٌ ، فَأَخْلِصُوا هَذَا الْقَلِيلَ

"Sesungguhnya amal-amal kalian sedikit, maka ikhlaskanlah yang sedikit itu."

Seandainya beliau hidup di zaman sekarang, amal kita sudah jauh dari sedikit, ikhlas juga... Maka hendaklah seorang muslim menjadikan setiap waktunya adalah tempat beramal untuknya, dengan niatnya.

Misalnya berhenti ketika lampu merah, dijadikan sebagai ladang pahala. Bagaimana? Dia meniatkan: saya mematuhi peraturan pemerintah kaum muslimin selama untuk kemaslahatan dan bukan kemaksiatan.

Ke tema.. Sikap seorang pengemis memiliki raut memelas agar lawannya iba kepadanya. Allah membenci sifat mengemis. Satu-satunya mengemis yang diridhai Allah adalah mengemis kepada-Nya. Dalam hadits shahih riwayat Muslim, Rasulullah bersabda bahwa Allah ridha kepada kalian 3 hal dan benci kepada kalian 3 hal. Salah satu dari 3 hal yang dibenci tersebut adalah banyak meminta-minta (kepada manusia).

Namun, Allah senang jika kita selalu meminta kepada-Nya. Ada anak minta ke orang tuanya uang 5 ribu tiap jam. Mungkin pertama diberikan, kedua diberikan, ketiga diberikan, keempat ditanyai, kelima dst mungkin tidak diberi lagi, hingga nanti orang tua benci dengan sikap anaknya. Tetapi Allah tidak...

Tidak ada satupun dalil yg menyatakan bahwa Allah menutup pintu doa, pintu taubat, pintu harap..

Adapun manusia, memiliki keterbatasan tingkat "kedermawanan". Coba bayangkan manusia yg paling dermawan misalnya, saat ia didatangi jam 1 malam. Bagaimana kira-kira responnya?

Namun Allah berbeda, bahkan setiap saat Dia selalu membuka pintu-Nya. Hari-hari kita dari bangun tidur sampai tidur kembali isinya adalah doa semua. Tidak ada yg berhenti kecuali doa.

Allah berfirman dalam surat Fatir ayat 15: "Wahai manusia! Kalian semua fakir terhadap Allah, dan Dialah Allah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji."

Setiap saat kalau kita sadari hakikat perjalanan kita di dunia ini, maka kita selalu merengek meminta kepada ALLAH. Mendatangi istri, hujan, mimpi buruk, semua ada doanya.

Setiap amalan yg ikhlas dan di atas petunjuk maka amalan itu dicintai Allah, kalau amalan dicintai Allah maka pelakunya berpeluang mendapat cinta-Nya. Termasuk ucapan yg paling dicintai Allah adalah:
"Subhanallah, walhamdulillah, walailaha illallah, wallahu akbar."

Rasulullah bersabda, "Perkataan yang paling dicintai Allah ada empat; subhanallah, alhamdulillah, la ilaha illallah, dan allahu akbar. Tidak mengapa engkau memulai menyebutnya dari yang mana saja." (HR. Muslim)

Dalam sebuah hadits qudsi riwayat Abu Dzar Al-Ghifari:
"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kazhaliman telah aku haramkan atas diri-Ku dan aku mengharamkannya pula atas kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi. Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian semua tersesat, kecuali orang-orang yang Aku beri hidayah, maka mintalah kalian hidayah dariku, niscaya Aku berikan hidayah itu kepadamu. Wahai hamba-hamba-ku sesungguhnya kalian lapar, kecuali orang-orang yang aku beri makan, maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya aku berikan makanan itu kepadamu." (HR. Muslim)

Kurang apa Allah?
1. Allah ingatkan kita,
2. Allah arahkan kita untuk kembali,
3. Allah memberikan kita seperti janji-Nya.

Kekayaan Allah sangat luas. Perumpamaannya seperti jarum dan lautan, maka lautan adalah kekayaan Allah.

Inilah sedikit. Banyak orang yg mati yg tidak kita sangka-sangka. Bahkan kita tidak bisa memberi jaminan kepada diri kita sendiri kita mati dalam keadaan apa. Maka mari tingkatkan ketergantungan kita kepada Allah. Tingkatkan permohonan kita kepada Allah. Mengemislah kepada Allah. Bukan setiap hari tapi setiap saat..

_______

Surabaya, 5 Sya'ban 1439 H
~WA

Sabtu, 14 April 2018

AKU HANYALAH BUTIRAN DEBU

☄Ust. Syafiq Basalamah
🕌Masjid Al-Bahar Gedangan, Sidoarjo
🗓Jumat, 27 Rajab 1439 H/13 April 2018

Dosa yg pertama kali dilakukan iblis adalah "sombong". Karena ia melihat adam hanya butiran debu. Iblis mengatakan, "Aku lebih baik dari dia, Engkau ciptakan aku dari api, sedang ia Engkau ciptakan dari debu yang bercampur air dan tanah." Iblis memberi tahu kita tentang dari apa kita diciptakan. Jangan sampai kita mengulang dosa iblis...

Lalu untuk apa kita diciptakan? Segala sesuatu yang kita lihat di muka bumi ini adalah untuk kita. Namun Allah menciptakan kita untuk diri-Nya.

Bahan dasar kita sama, akan tetapi bentuk-bentuk kita berbeda. Dan terkadang perbedaan membuat kita merasa lebih baik dari orang lain. Ia merasa lebih baik karena apa yang ada pada dirinya... Ketahuilah bahwa merasa diri kita lebih baik dari orang lain berbahaya bagi kita di dunia dan di akhirat.

Lihatlah Fir'aun bagaimana ia ditenggelamkan. Ia melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, melihat mukjizat nabi Musa. Fir'aun melihat tongkat nabi Musa menjadi ular dan memakan buhul-buhul tukang sihirnya. Ia melihat tukang sihirnya masuk islam. Lantas apakah ia beriman?  Tidak. Orang kalau punya penyakit sombong, akan sulit menerima kebenaran.

Bahkan Fir'aun dan bala tentaranya melihat lautan terbelah. Tidak mungkin Musa bisa membelah lautan seperti itu. Tidak mungkin sihir bisa melakukan itu. Tapi tidak juga mereka beriman. Padahal hati kecil mereka meyakini kebenaran itu. Namun kazhaliman dan kesombongan kalau sudah ada dalam hati maka kebenaran itu akan menjadi susah untuk diterima dalam hati.

Sahabat Abdullah bin Mas'ud meriwayatkan tentang sabda nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Tidak akan masuk surga siapa yang di dalamnya hatinya ada seberat dzarrah kesombongan." Dzarrah itu seperti semut kecil yang jika ada di kulit kita tidak merasakannya. Ada orang yg bertanya, "Ya rasulullah, apa itu kesombongan? Baju dan sandal yang bagus?" Nabi menjawab, "Tidak. Sesungguhnya Allah Maha Indah dan cinta dengan keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain." (HR. Muslim)

Ketika bapak pakai jam tangan, tidak apa-apa.. Tapi kalau ada orang yang datang pakai jam tangan juga, dan bapak merasa lebih baik.. Maka itulah kesombongan.

Pertama, sombong "Menolak Kebenaran"

Pernah suatu saat ketika renovasi ka'bah dan tiba saatnya peletakan Hajar Aswad, 5 tahun sebelum masa kenabian. Orang-orang Quraisy hampir bunuh-bunuhan untuk berebut meletakkan kembali Hajar Aswad  ke tempatnya. Sampai 3 hari kemudian akhirnya mereka menyepakati siapa yang masuk masjid pertama kali setelah ini maka dia yang berhak memutuskan perkara. Sampai ditunggu akhirnya masuklah nabi Muhammad. Berteriaklah orang-orang Quraisy, "Hadzal amin.. Hadzal amin.. (Inilah orang yang dapat dipercaya.. Inilah orang yang dapat dipercaya..)" Lalu 5 tahun kemudian setelah peristiwa itu, saat nabi diangkat menjadi Rasul maka mereka berkata, "Ini tukang sihir, ini gila, ini dongeng.." Kenapa? Karena kesombongan bercampur hasad.

Jadi menerima kebenaran itu susah jika sudah ada sifat sombong. Maka kita berlindung kepada Allah dari sifat sombong..

Kedua, sombong "Meremehkan Orang Lain"

Allah berfirman dalam surat Al-Mu'minun ayat 46-47:
kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya, tetapi mereka angkuh dan mereka memang kaum yang sombong. Maka mereka berkata, "Apakah (pantas) kita percaya kepada dua orang manusia (Musa dan Harun) seperti kita, padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?"

Terkadang jika seseorang punya jabatan, ketika melihat orang dibawahnya ia mengatakan, "Sopo sih iki.." Cukup sebagai dosa jika kita meremehkan orang lain.

Ganjaran orang yang sombong:
Orang yang sombong akan dibangkitkan pada hari kiamat keluar dari kuburnya  seperti semut-semut yang kecil lalu digiring menuju padang Mahsyar.

Orang yang sombong, ketika bermuamalah dengan orang lain biasanya buruk. Tidak senyum. Tidak salam. Ia merasa bahwa orang lain tidak pantas menerima senyumnya. Adabnya, dari nabi, yang kecil mengucapkan salam kepada yang besar. Kalau ada bos muda lalu ketemu cleaning service yg lebih tua, dalam Islam maka yang memulai salam adalah si bos. Dalam Islam mereka sama dari butiran debu..

Apa yang menyebabkan orang sombong?
Berikut penyebab orang menjadi sombong dan obatnya:

[1] Sombong karena nasab

Kalau di Hindu ada kasta. Kalau di Arab ada kabilah. Mungkin kalau kita melihat di Indonesia ini ada nasab bangsawan misal di Sulawesi ada Andi, dsb.

Jika ada kesombongan pada diri kita karena nasab, maka obatnya:
1) Ketahuilah ini kebodohan. Kerena engkau sombong terhadap apa yang bukan engkau miliki. Itu punya mbahmu dulu..
2) Kalaupun benar, ketahuilah mbahmu tercipta sama sepertimu dari tanah juga..

Jika ada orang sombong, ingatkan tentang asal penciptaannya. Ia keluar dari dua tempat kencing..

Allah menciptakan bersuku-suku, berbangsa-bangsa, untuk saling mengenal "lita'aarafuu". Jangan sampai anda merasa lebih baik dari dia. Ingat, tujuannya untuk saling mengenal. Kita pribumi juga jangan merasa lebih baik dari nonpribumi.

Islam masuk ke Arab dengan mudah, karena tidak ada Raja di sana. Mereka hidup berkabilah-kabilah. Andaikan pada saat itu di Arab ada raja, maka Islam pasti sudah dihabisi duluan. Ketika haji Wada', nabi berkhutbah:
"Ketahuilah kalian, Rabb kalian adalah satu dan kalian semuanya dari Adam. Orang Arab tidak lebih mulia dari non-Arab. Dan non-Arab tidak lebih mulia dari Arab. Tidak pula orang berkulit merah atas orang berkulit hitam. Dan orang berkulit hitam atas orang berkulit merah. Kecuali atas dasar ketakwaan."

Karena memang tidak ada kemuliaan dari nasab...

[2] Sombong karena keindahan yang ada pada dirinya

Biasanya lebih banyak di perempuan, meskipun di laki-laki juga ada. Tapi lebih sedikit karena laki-laki jarang pakai cermin..
Hati-hati dengan munculnya perasaan, "Saya lebih cantik dari dia." Omongan orang juga yang mengatakan, "Mbak, sampean cek ayune."

Obatnya:
Hendaknya dia melihat dirinya dari dalam. Kalau orang melihat kecantikannya dari luar, ingat di dalam perut kita ada kotoran dan kencing yang terus kita bawa kemana saja. Bahkan ketika kita membuangnya, kita tidak mau ada orang yang melihatnya. Kita sendiri pun jijik melihat diri kita ketika itu.

Banyak orang yang selalu melihat kecantikan luarnya tapi lupa kecantikan dalamnya. Di dalamnya banyak kotoran, terkadang juga ada penyakit di dalam tubuhnya.

Ingat ketampanan itu tidak bisa dipilih, dan tidak boleh dirubah. Terima apa adanya. Tidak ada, orang yang tampan lebih mulia dari pada yang tidak tampan. Banyak orang di luar sana yang sangat cantik tapi dia orang kafir, sedangkan ada ibu-ibu yang tidak cantik namun ke masjid. Tidak ada kesombongan yang pantas dalam kecantikan atau ketampanan.

[3] Sombong karena kekuatan dan keperkasaan

Tadi perempuan, ingat perempuan seperti bunga, akan layu dan rontok. Kalau laki-laki, biasanya yang dibanggakan adalah badannya yang berotot. Maunya pakai baju yang ketat, agar badannya nampak. Sehingga ia tidak pede jika pakai baju besar.

Obatnya:
Ingat, satu sarafmu terjepit di punggung, sudah.. Sudah cukup engkau tidak bisa bergerak.

Kalau berbicara masalah kekuatan, seharusnya sapi lebih sombong dari anda. Kalau mau sombong dengan kekuatan, ajak itu sapi adu kepala.

Orang kuat kalau dikasih bisul saja sudah susah. Mau jalan susah. Mau shalat tidak bisa, akhirnya shalat duduk. Tidak ada yang pantas disombongkan dari kekuatan. Anda coba ke kebun binatang, terus selfie sama gajah. Lihat itu binatang lebih besar dari anda. Ternyata binatang lebih kuat dari anda.

[4 dan 5] Sombong karena kekayaan dan banyak harta + banyak pengikut

Orang kalau imannya tidak kuat biasanya sombong karena sebab ini. Misalnya OKB, Orang Kaya Baru. Padahal Allah telah berfirman, "Sesungguhnya harta-harta kalian dan anak-anak kalian adalah fitnah (ujian)." (QS. At-Taghabun: 15)

Ada orang yang diuji dengan derita dan musibah. Ada pula orang diuji dengan usahanya yang terus sukses. Ujiannya yg pertama adalah sabar, sedangkan ujiannya yang kedua apakah ia bersyukur atau tidak.

Ingatlah kisah 3 orang Bani Israil yang diuji oleh Allah; ada seorang yang kusta, ada yang botak, dan ada yang buta. Lalu Allah beri kesembuhan dan kenikmatan masing-masing berupa unta, sapi, dan kambing yang semuanya sedang bunting. Namun semuanya lupa bersyukur kecuali si buta.

Salah satu hikmahnya juga dari kisah ini, bahwa memelihara kambing dapat menurunkan sifat sombong. Jadi kalau bapak-bapak punya rasa sombong, pelihara kambing saja... Orang sombong dengan jabatannya bisa saja dipecat. Kalau sudah pensiun, kadangkala tidak diperhatikan lagi oleh masyarakat. Makanya jangan sombong.

Nabi Musa hidup di istana Fir'aun kira-kira 30 tahun. Kemudian menggembalakan kambing 8 tahun. Umar bin Khattab memelihara kambing, sehingga dengan kekuasaannya yang meliputi Iraq, Palestina, tidak membuatnya sombong. Bahkan ia nampak seperti orang biasa.

Orang ketika di Arafah membaca, "La ilaha illallah wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'ala kulli syai-in qadir." Perhatikan "lahul mulku". Artinya kerajaan adalah milik Allah, jadi tidak pantas kita sombong.

Ada yang sombong dengan rumahnya, perusahaannya, mobilnya, motornya. Jangan bangga kepada sesuatu yang ketika Allah ambil, habis. Baca doa ini:
"Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta khalaqtani, wa ana abduka..."
Lihat "..wa ana abduka..", aku adalah hambu-Mu. Kita ini hamba, budak.

Anda kalau kaya, lihat pada orang kafir banyak yang lebih kaya dari anda. Suatu saat anda akan turun dari jabatan anda. Namun ada satu yang harus anda bangga dengan jabatan, yakni sebagai hamba Allah. Disitu anda akan tenang.

[6] Sombong karena ilmu

Allah mengangkat derajat orang yang beriman dan juga orang berilmu. Kemuliaan orang yang berilmu dibanding ahli ibadah, seperti keutamaan bulan purnama dibanding bintang-bintang. Cahaya bintang-bintang akan tidak nampak dengan adanya cahaya purnama.

Ilmu itu seharusnya mewariskan rasa takut kepada Allah. Seharusnya seperti padi, semakin ilmu itu bertambah, semakin tunduk. Orang yang sombong dengan ilmu, sama seperti orang yang sombong dengan harta. Hanya saja kalau harta dari luar, sedangkan ilmu dari dalam.

Obatnya:
1) Hendaklah kita tahu bahwa ilmu ini adalah penuntut bagi pemiliknya di hari kiamat. Ilmu ini tujuannya untuk diamalkan, bukan untuk di bangga-banggakan. Ingat kisah orang yang disiksa di neraka dengan ususnya keluar, kemudian dia berputar seperti berputarnya keledai di penggilingan. Lalu penghuni neraka datang dan berkata, "Wahai fulan, ada apa denganmu? Bukankah kamu dulu yang biasanya ceramah memerintahkan kami pada kebaikan dan melarang kami dari kemungkaran?" Ia menjawab, "Benar, aku dulu menyeru kepada kalian, tapi aku tidak melakukannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
2) Lihatlah para sahabat yang begitu tinggi ilmunya, namun semakin takut kepada Allah. Umar bin Khattab ketika sebelum wafat, ia meminta pipinya ditaruh di tanah, ia takut kena laknat Allah. Allah benci terhadap kesombongan, apapun sarana kesombongannya, lalu kita sombong dengan ilmu? Kesombongan adalah milik Allah.

[7] Sombong karena amal

Biasanya orang yang beramal banyak, sombongnya kepada orang yang berilmu. Kadangkala kesombongannya ketika melihat pelaku dosa. Yang menjadi ukuran bukan ketika anda melihat pelaku dosa, anda merasa lebih baik. Ukurannya adalah ketika meninggal dunia. Bisa jadi yang kita anggap pelaku dosa, wafatnya husnul khatimah, karena dulu ia sempat taubat. Sedangkan kita malah sebaliknya.

Ingat Umar bin Khattab dulu adalah preman, namun menjadi orang terbaik kedua setelah Abu Bakar. Kita perlu tahu diri. Jangan sampai fulan masuk surga duluan, sedangkan kita tidak.

~ ~ ~
Tes untuk mengecek apakah dalam diri kita masih ada sifat sombong atau tidak:

1. Dialog. Ajak teman untuk berdialog. Tau-tau kebenaran ada pada teman, kalau anda menerima dengan berat, berarti ada kesombongan dalam hati anda.

2. Kumpul sama teman sebaya. Misal ada acara, terus perlu ada yang tampil ke depan misalnya untuk memimpin acara. Kalau teman yang maju lalu kita masih ada yang berat, berarti ada kesombongan.

3. Kalau diundang orang miskin, datang atau tidak. Coba juga jalan ke pasar, terus kita yang membawa barang kita, bukan pembantu. Kalau kita berat, berarti ada kesombongan. Kalau bangga, berarti ada riya'.

4. Sekali-kali pakai baju biasa, sekali2 naik mikrolet, naik bus. Berkumpul dengan orang-orang disana. Kalau berat, berarti ada kesombongan.

Pulang dari sini baca surat 'Abasa [80] ayat 17 sampai 23...

_____

Surabaya, 28 Rajab 1438 H/14 April 2018
~WA

Selasa, 10 April 2018

4 Tips Meningkatkan Kemampuan Listening

Alhamdulillah.
Semoga bermanfaat,, Tips ini saya rangkum dari sebuah video di Youtube, Crown Academy of English. Saya juga ga tau persis tentang institusi tersebut, sepertinya lembaga kursus. Namun Insya-Allah tips berikut bermanfaat untuk kita:

1. Banyak-banyaklah mendengar dari banyak konten materi dan dari orang yang berbeda. 
   Misalnya dengan,
   a. Aksen yang berbeda: aksen Inggris, aksen Amerika, aksen Australia
   b. Demografi yang berbeda: muda, tua, pria, wanita
   c. Topik yang berbeda: olahraga, politik, sains, agama
   d. Konteks yang berbeda; formal dan informal (sehari-hari)

2. Jangan coba menerjemahkan ke bahasa ibu. 
Jika kita menerjemahkan ke dalam bahasa ibu (bahasa lokal kita), maka kita akan berpikir di dalam bahasa ibu kita. Misalnya ketika kita mendengar kata "floor", pertama kita akan menerjemahkan kata tersebut kemudian membayangkan dalam fikiran kita tentang bentuk bendanya. Ini lebih baik jangan dilakukan. Kurangi hal-hal tersebut, gunakan kamus hanya untuk kata-kata yang memang benar-benar sulit. Ini penting agar kita terbiasa berpikir dalam bahasa Inggris (istilahnya 'thinking english', coba browsing..). Harusnya ketika kita mendengar kata "floor" kita langsung melihat bayangan benda tersebut di dalam pikiran kita.

3. Jangan mencoba memahami dan belajar dari setiap kata.
Belajar satu kosakata (vocabulary) - satu kosakata bukan merupakan tujuan dari listening. Dalam listening penting juga untuk belajar skill yang lain, seperti: pengucapan, intonasi, penekanan, dan ritme. Sehingga lebih kita berkonsentrasi pada ketiga ini daripada tiap kata-nya. Skill ini butuh waktu untuk dilatih, sehingga tetaplah selalu mendengar. Iya mempelajari setiap kata itu penting, tapi tetap konsentrasikan pada beberapa skill tadi. 

4. Lakukan beberapa latihan dengan teman-teman. 
Misalnya setelah mendengar audio atau video, bandingkan jawaban anda dengan jawaban teman. Kemudian putar lagi audio atau videonya untuk melihat siapa yang benar. Ide baik yang lain adalah merangkum apa yang sudah anda dengar. Buat kalimat-kalimat singkat. Lalu diskusikan apa-apa yang mudah dan susah di antara anda dan teman. ((Masalah terbesar datang ketika anda tidak punya teman untuk sama-sama belajar, ya kan?!))

5. Dengarkan materi dengan melihat transkripnya.
Langkahnya adalah dengarkan materi dulu sekali tanpa melihat transkripnya. Coba pahami tanpa transkrip. Lalu, dengarkan lagi dengan melihat transkrip.

Satu tambahan tips lagi, bahkan kata salah seorang pengajar di iCan Course yang saya pernah ikuti, kalau bisa sering-sering mendengarkan dalam bahasa Inggris 3 jam sehari.

Dalam hati mbatin 3 jam sehari hehe.. Intinya sering-sering aja mendengar. Namun hal tersebut juga bisa kita akali dengan menonton video ceramah atau motivasi, dalam bahasa Inggris. Saya beri bocoran speaker yang bagus, misalnya: Mufti Ismail Menk (fasih, recommended), Yusuf Qadhi, Nouman Ali Khan, dan tentunya masih banyak lagi. Mereka-mereka berkapasitas dalam ilmu agama dan bahasa Inggrisnya juga fasih. Jadi Insya-Allah kita bisa mendapatkan manfaat double. Lebih baik kan daripada pakai musik-musik barat, jadinya kita dosa, nanti juga keberkahannya bisa hilang. Wallahu a'lam. 

Kita sama-sama belajar ya tentunya. Tentu tidak ada yang patut disombongkan karena kita ini kerdil, kerdil. Ga punya apa-apa tapi berlagak punya dan tahu segalanya. Justru kesombongan jika kita tidak mau belajar, karena kita diperintahkan untuk belajar... Bener ya? Okelah tetap semangat.

Sekian, semoga hari-hari anda selalu bahagia.. Sebenarnya ini draft lama yg belum dipost-post, sekarang tak post. :)

_____
Surabaya, 25 Rajab 1439 H/10 April 2018
~WA

Rabu, 04 April 2018

Public Lecture by Dr. Zakir Naik (Bagian 2/2)

RELIGION IN THE RIGHT PERSPECTIVE
By: Dr. Zakir Naik

Menurut Oxford dictionary, agama berarti kepercayaan pada sebuah kekuatan besar yang dapat mengatur manusia, yakni tuhan atau beberapa tuhan yang mana ia pantas untuk disembah dan ditaati. Singkatnya menurut kamus Oxford, agama berarti percaya pada tuhan. Sehingga jika anda ingin memahami agama apapun dalam perspektif yang benar, anda pertama kali harus memahami konsep ketuhanan agama tersebut. 

Saya mulai ulasan ini dengan sebuah ayat pada surat Ali Imran (3:64): 
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kalian, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah.” Jika mereka berpaling, maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah bahwa kami adalah seorang muslim.
Ayat ini adalah salah satu ayat paling penting dalam dakwah kepada non-muslim. Saya (Zakir Naik) menyebutnya dengan “kunci utama dakwah” (master key of da'wah). 

Tidaklah cocok jika anda mencoba memahami konsep ketuhanan sebuah agama dengan cara mengamati pemeluknya. Karena seringkali pemeluk agama, mereka sendiri tidak mengetahui konsep yang benar mengenai tuhan dalam agamanya. Inilah alasan, cara terbaik dan paling cocok untuk memahami konsep ketuhanan dalam sebuah agama adalah dengan cara memahami kitab sucinya ketika kitab sucinya membahas tentang ketuhanan

Kita akan mencoba untuk memahami konsep ketuhanan pada agama-agama besar. Karena waktu yang tidak cukup untuk membahas semuanya maka cukup 4 agama saja, yakni Hindu, Yahudi, Kristen, dan Islam. 

1. KONSEP TUHAN DALAM AGAMA HINDU

Jika anda tanyakan ke orang Hindu secara umum ada berapa tuhan yang mereka percayai, beberapa dari mereka akan mengatakan 3, 100, 1000, 3000, bahkan 30000000. Namun jika anda tanyakan ke Hindu yang terpelajar, yang mengikuti ajaran kitab sucinya, mereka akan mengatakan bahwa orang Hindu harus percaya dan menyembah hanya satu tuhan. 

Namun orang Hindu secara umum mempercayai sebuah filosofi yang dikenal dengan nama panteisme, yakni kepercayaan bahwa semua adalah tuhan (everything is god). Pohon adalah tuhan, matahari adalah tuhan, bulan tuhan, manusia tuhan, dan ular tuhan. Adapun kita muslim, kita percaya bahwa semua adalah miliknya Tuhan (everything is god’s). Pohon adalah milik tuhan, matahari milik tuhan, bulan milik tuhan, manusia milik tuhan, dan ular milik tuhan. Jadi inilah perbedaan besar antara Hindu dan Islam, yakni kepercayaan Hindu everything is god sedangkan Islam everything is god’s

Jika kita menemukan solusi dari masalah perbedaan apostrof s (‘s) ini maka Hindu dan Islam akan bersatu. Bagaimana solusinya? Mari kita cari pada satu kesamaan (seperti perintah surat Ali Imran ayat 64 tadi). 

Ketika kita membaca kitab agama Hindu:
Kitab yang paling tersebar luas yakni Bhagawadgita, disebutkan pada bab 7 ayat 20 (7:20) bahwa orang-orang yang cenderung pada materi maka ia akan menyembah tuhan yang salah. 
Disebutkan pada kitab Chandogya Upanisad bab 6 pasal 2 ayat 1 (6:2:1) bahwa Tuhan hanya satu tanpa yang kedua. 
Disebutkan pada Swetaswatara Upanisad (6:9) bahwa Tuhan tidak memiliki atasan dan orang tua. 
Disebutkan pada Swetaswatara Upanisad (4:19) bahwa Tuhan tidak memiliki “pratima”. Pratima dalam bahasa Sanskerta adalah gambar, foto, lukisan, patung
Saat kita membaca kitab Weda, yakni kitab-kitab yang paling suci di antara seluruh kitab-kitab Hindu. Disebutkan pada kitab Yajurweda (32:3) bahwa Tuhan tidak memiliki “pratima”
Disebutkan pada Yajurweda (40:8) bahwa Tuhan tidak memiliki rupa (imageless). 
Disebutkan pada Yajurweda (40:9) bahwa mereka yang menyembah “asambhuti” masuk ke dalam kegelapan. Makna “asambhuti” adalah benda-benda yang tidak dibuat seperti udara, air, api, dsb. Lanjutan ayatnya, mereka memasuki kegelapan lebih dalam lagi bagi yang menyembah “sambhuti”. Makna "sambhuti" adalah benda-benda yang dapat dibuat seperti meja, kursi, patung, dsb. 
Disebutkan pada Atharwaweda kitab nomor 20 bab 20 ayat 58 (20:20:58) bahwa sesungguhnya Tuhan Maha Besar. 
Dan di antara kitab-kitab Weda, kitab yang paling suci lagi adalah Rigweda. Disebutkan pada Rigweda poin 1, bab 64, lagu 46 (1:64:46) bahwa kebenaran itu satu, Tuhan itu satu, hanya diseru dengan bermacam-macam nama. 
Hal yang sama diulangi pada Rigweda (8:114:5) bahwa Tuhan itu satu, hanya ia dipanggil dengan bermacam-macam nama. 
Dan tidak kurang dari 33 nama dan sifat diberikan pada tuhan sebagaimana disebutkan pada Rigweda jilid 2 lagu 1. Satu di antara 33 itu sebagaimana disebutkan dalam Rigweda poin 2 bab 1 ayat 3 adalah “Brahma”. Brahma adalah Tuhan pencipta, jika diterjemahkan dalam bahasa Arab yaitu “Khaliq”. Kita sebagai muslim tidaklah keberatan jika seseorang memanggil Tuhan sebagai Khaliq atau Pencipta atau Brahma. Tetapi jika seseorang mengatakan bahwa Brahma adalah Tuhan yang memiliki 4 kepala dan setiap kepalanya ada mahkotanya maka kita katakan anda telah memberi rupa pada Tuhan dan anda telah melawan ayat Swetaswatara Upanisad (4:19) yang mengatakan bahwa Tuhan tidak memiliki "pratima". Kita sebagai muslim sangat keberatan dengan itu. 

Sifat yang lain yang diberikan pada Tuhan sebagaimana yang disebutkan pada Rigweda buku 2 lagu 1 ayat 3 adalah “Wisnu”. Wisnu adalah Tuhan pemelihara, jika diterjemahkan dalam bahasa Arab mirip dengan “Rabb”. Kita sebagai muslim tidaklah keberatan jika seseorang memanggil Tuhan sebagai Rabb atau Pemelihara atau Wisnu. Tetapi jika seseorang mengatakan bahwa Wisnu adalah Tuhan yang memiliki 4 tangan dan salah satu tangannya memegang cakram, tangannya yang lain memegang palu, dsb, maka kita katakan anda telah memberi rupa pada Tuhan dan anda telah melawan ayat Yajurweda (32:3) yang mengatakan bahwa Tuhan tidak memiliki "pratima". 
Disebutkan dalam Rigweda poin 8 bab 1 ayat 1 (8:1:1) bahwa semua yang ada diambil dari yang satu.
Disebutkan dalam Rigweda (6:45:16) bahwa hanya ada satu Tuhan, sembahlah ia saja. 
Dan dalam Brahma Sutra dikatakan bahwa “Hanya ada satu Tuhan, bukan dua. Tidak sama sekali, tidak sama sekali, tidak sama sekali.” 
Jadi ketika kita membaca kitab-kitab agama Hindu, kita akan mengetahui bahwa menurut kitab-kitab agama Hindu hanya ada satu Tuhan, Dia adalah Tuhan yang tidak bergambar, tidak memiliki patung, dan juga tidak memiliki lukisan. Sehingga jika kita membaca kitab-kitab agama Hindu dan kita memahami konsep ketuhanannya, maka kita memahami agama Hindu dengan perspektif yang benar. 

2. KONSEP TUHAN DALAM AGAMA YAHUDI

Mari kita mencoba memahami agama Yahudi:
Disebutkan pada Perjanjian Lama, kitab Ulangan (Deuteronomy) bab 6 ayat 4 (6:4) bahwa Musa berkata kepada orang Israel bahwa Tuhan hanya ada satu.
Disebutkan dalam Yesaya (43:11), "Aku adalah Tuhan, tidak ada juru selamat selain Aku."
Disebutkan pada Yesaya (45:5) dan Yesaya (46:9), “Aku adalah Tuhan, tidak ada (tuhan yang lain) selain Aku."
Disebutkan lagi lebih jelas dalam kitab Keluaran (Exodus) (20:3-5) bahwa jangan jadikan bagi Tuhan patung berhala atau penyerupaan menyerupai apapun yang ada di langit, di bumi, atau di air. Dan jangan pula menyembahnya sebab Tuhan memiliki sifat cemburu.
Pesan yang sama diulangi pada kitab Ulangan (5:7-9).
Jadi jika anda membaca kitab Perjanjian Lama (Old Testament), anda akan memahami bahwa menurut Perjanjian Lama, menurut Yahudi, Tuhan hanya ada satu, dia tidak memiliki gambar. Jadi jika anda membaca Perjanjian Lama anda akan memahami agama Yahudi dalam perspektif yang benar. 

3. KONSEP TUHAN DALAM AGAMA KRISTEN

Sebelum kita membahas konsep ketuhanan pada agama Kristen, saya ingin menyampaikan beberapa poin terlebih dahulu: 

Islam adalah satu-satunya agama non-kristen yang beriman pada Yesus (Isa). Tidak dianggap muslim jika ia tidak beriman pada Yesus. Kita yakini bahwa dia terlahir dan diutus sebagai utusan Allah. Kita yakini bahwa dia terlahir dengan ajaib tanpa campur tangan laki-laki (ayah) yang mana banyak orang kristen modern tidak memercayainya. Kita yakini bahwa dia dapat menghidupkan orang mati dan menyembuhkan orang buta dengan izin Allah. Orang kristen dan kita muslim berjalan bersama. Salah seorang mungkin bertanya, “Lantas dimana perbedaanya?”. Perbedaannya adalah kebanyakan orang kristen percaya bahwa Yesus mengaku sebagai Tuhan. Padahal jika anda membaca bibel (injil) secara lengkap, tidak ada satu pun pernyataan yang tegas dimana Yesus mengatakan “Saya adalah Tuhan atau sembahlah aku”. Jika ada seseorang yang dapat menunjukkan ke saya ada satu pernyataan yang tegas dan tidak ambigu dalam bibel bahwa Yesus berkata “Aku adalah Tuhan” atau dia mengatakan “Sembahlah aku” maka saya Zakir Naik siap masuk kristen hari ini. 

Faktanya jika anda membaca bibel:
Disebutkan dengan jelas dalam Injil Yohanes bab 14 ayat 28 (14:28) bahwa Yesus berkata, “Bapa lebih besar dari pada aku.”
Disebutkan dalam Injil Yohanes (10:29) bahwa Yesus berkata, “Bapa-ku lebih besar dari semuanya.”
Dalam Injil Matius (12:28) Yesus berkata, "Aku mengusir setan dengan kuasa Tuhan."
Dalam Injil Lukas (11:20) Yesus berkata, "Dengan kuasa Tuhan aku mengusir setan."
Dalam Injil Yohanes (5:30) Yesus berkata, "Aku tidak dapat melakukan apa-apa dengan diriku sendiri, aku menghakimi sesuai yang aku dengar, penghakimanku adil, karena bukan dari kehendak diriku sendiri melainkan dari kehendak Bapa-ku."
Siapapun yang berkata bahwa ini bukan atas kehendaknya melainkan kehendak Tuhan maka dia muslim. Yesus (Isa) adalah seorang muslim, tidak pernah mengaku sebagai Tuhan.
Bahkan sangat jelas disebutkan dalam Injil Matius (5:19-20) bahwa Yesus diutus bukan untuk menghapus hukum nabi Musa (Taurat) melainkan untuk menggenapinya, serta mengajak manusia untuk mengajarkan dan mengamalkan hukum-hukum tersebut.
Yesus tidak pernah mengaku sebagai Tuhan.
Disebutkan dalam Injil Yohanes (14:24) bahwa perkataan yang disampaikan oleh Yesus bukanlah berasal dari dirinya, melainkan perkataan itu (firman) berasal dari Bapa-nya.
Dan bukti-bukti lain yang menunjukkan bahwa Yesus bukanlah Tuhan melainkan hanya sebagai utusan. 
Injil Yohanes (17:3), Injil Matius (19:16-17), Kisah Para Rasul (book of acts) (2:22), Injil Markus (12:29). 
Sehingga jika anda membaca kitab Perjanjian Baru (The New Testament), anda akan memahami konsep ketuhanan dalam agama Kristen dan memahami agama Kristen dalam perspektif yang benar. 

4. KONSEP TUHAN DALAM AGAMA ISLAM

Sekarang kita akan membahas konsep ketuhanan dalam Islam dengan perspektif yang benar. Cara terbaik untuk membahas konsep ketuhanan dalam Islam adalah dengan surat Al-Ikhlas (112:1-4) 
1. Qul huwallahu ahad, katakanlah bahwa Allah adalah Esa.
2. Allahusshamad, Allah Mahakekal. [Kata 'ash-shamad' memiliki banyak tafsiran makna]
3. Lam yalid walam yulad, Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan.
4. Walam yakullahu kufuwan ahad, Allah tidak ada yang serupa dengannya.
Ini adalah 4 definisi dasar tentang Allah subhanahu wa ta'ala yang ada di dalam Al-Qur’an. Jika ada yang mengatakan bahwa seseorang adalah Tuhan, dan jika ia berhasil memenuhi 4 definisi dasar ini, maka kita sebagai muslim tanpa keberatan mengakui bahwa ia adalah Tuhan. Saya (Zakir Naik) menyebutnya sebagai “Tes Teologi”. Teologi bermakna theo=tuhan dan logy=ilmu. Teologi berarti ilmu tentang ketuhanan. Surat Al-Ikhlas adalah tes dalam menguji ketuhanan. 

Anda mungkin tahu tentang tes ketika anda ingin membeli emas. Si tukang emas yang akan mengidentifikasi atau mengetahui bagaimana emas yang murni. Tuhan diibaratkan seperti emas yang akan diuji. Berdasarkan warnanya, si tukang emas akan memberi tahu anda ini emas 24 karat, ini 22 karat, ini 18 karat, atau mungkin dia akan mengatakan ini bukan emas karena pantulan cahayanya bukan seperti emas. Surat Al-Ikhlas seperti itu, namun ia sebagai tes untuk menguji ketuhanan. Setiap Tuhan yang anda sembah harus diuji dengan Surat Al-Ikhlas. Tuhan apapun yang anda sembah jika lolos tes surat Al-Ikhlas maka dia adalah tuhan yang benar, sedang bila gagal maka dia tuhan yang salah. 

Izinkan saya memberi contoh bagaimana menggunakan surat Al-Ikhlas sebagai tes untuk menguji sesuatu atau seseorang apakah layak ia disebut sebagai "Tuhan". 

Terdapat beberapa orang (khususnya di India) yang berkata bahwa Baghwan Shree Rajneesh adalah Tuhan. Pernah ada yang bertanya pada saya: “Dr. Zakir, orang-orang Hindu tidak menganggap Baghwan Rajneesh sebagai Tuhan.” Saya menjawab: “Saya tidak pernah mengatakan bahwa orang-orang Hindu meyakininya sebagai Tuhan. Saya membaca kitab-kitab Hindu, tidak ada yang mengatakan bahwa Baghwan Rajneesh adalah Tuhan. Saya katakan bahwa beberapa orang atau beberapa manusia, ia mengaku bahwa ia adalah Tuhan.” 

Saya rasa Baghwan Rajneesh tidak begitu terkenal di Indonesia. Siapa yang mengenal atau tahu tentang Baghwan Rajneesh? Tolong angkat tangan... Dia sangat terkenal di dunia barat, di AS, di Eropa, dan India. Namun dia tidak begitu terkenal di dunia timur, itu bagus untuk anda. Tetapi mari kita menggunakan Baghwan Rajneesh sebagai contoh, karena ia mudah untuk digunakan dalam tes ini. Sehingga siapapun yang menyembah Tuhan-Tuhan yang salah, jika kita mengecek dengan contoh dari Baghwan Rajneesh ini kita dapat mengetahui apakah ia benar-benar Tuhan atau bukan. 

Tes Pertama: Qul Huwallahu Ahad (Katakanlah: "Allah adalah Esa") 
Apakah Baghwan Rajneesh satu-satunya yang mengklaim sebagai Tuhan? Terdapat ratusan orang yang telah mengklaim sebagai Tuhan dan khususnya di negara saya sendiri, India, ada ribuan orang yang mengklaim sebagai Tuhan. Jadi dia bukanlah tuhan yang “Esa”. Akan tetapi fansnya mengelak, tidak tidak, dia memiliki keistimewaan! Oke baiklah, kalau begitu mari kita uji dengan tes kedua. 
Tes Kedua: Allahusshamad (Allah Yang Mahakekal) 
Apakah Baghwan Rajneesh kekal? Kita tahu bahwa dia pernah menderita asma, diabetes mellitus, dan sakit punggung kronis. Bayangkan jika Tuhan menderita asma, diabetes mellitus, dan sakit punggung... 
Tes Ketiga: Lam yalid walam yulad (Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan) 
Kita tahu bahwa Baghwan lahir di negara bagian Madhya Pradesh di India, dia memiliki ibu dan ayah. Lalu di tahun 1981 dia pergi ke Amerika Serikat dan tinggal di kotanya yang bernama Oregon dan memulainya dengan membuat sebuah perkampungan bernama Rajneeshpuram. Ada 1000 orang Amerika meminta haknya agar Rajneeshpuram dibubarkan. Kemudian pemerintah USA menangkapnya dan memasukkannya ke dalam penjara. Lalu Raijneesh menulis pernyataan tanpa bukti (aligasi) bahwa pemerintah AS meracuninya secara perlahan-lahan? Bayangkan, Tuhan diracuni perlahan-lahan... 
Kemudian pada tahun 1985, Rajneesh diusir dari AS lalu kembali ke India di negara bagian Maratha, kota Pune. Di sana ia membuat komunitas lagi yang lebih besar dan menamakannya dengan komunitas Osho. Dan jika hari ini anda ke pusatnya di sana, anda akan menemukan "samadhi" (semacam tempat ibadah). Dan tertulis di samadhi tersebut “Osho, Baghwan Rajneesh tidak terlahir dan tidak mati, tetapi mengunjungi bumi dari 11 Desember 1931 hingga 19 Januari 1990.” Mereka lupa untuk menuliskan juga di samadhi tersbut bahwa “Dia tidak diberikan visa untuk masuk ke 22 negara.” Bayangkan Tuhan yang mengunjungi bagian-bagian yang berbeda di bumi, namun membutuhkan visa untuk masuk. 
Dan uskup agung Yunani berkata: “Jika anda tidak mengusir Rajneesh keluar dari negara ini, kami akan membakar rumahnya dan rumah murid-muridnya.” 
Tes Keempat: Walam yakullahu kufuwan ahad (Allah tidak ada yang serupa dengan-Nya) 
Ini adalah tes yang paling sulit agar berhasil, kecuali Tuhan yang sesungguhnya: Allah. Ketika anda membandingkan atau menyerupakan tuhan dengan apapun yang ada di dunia ini, maka ia bukan tuhan. Kita tahu bahwa Baghwan Rajneesh sama seperti manusia lainnya, punya satu hidung, dua mata, dua tangan, dan jenggot putih. Ketika anda dapat menyerupakan sesuatu dengan tuhan, berarti dia bukan tuhan lagi.
Bayangkan seseorang berkata bahwa Tuhan 1000x lebih kuat dari Arnold Schwarzenegger (mendapatkan gelar Mr. Universe, manusia terkuat di dunia), ketika anda dapat menyerupakan tuhan dengan apapun yang ada di dunia ini, apakah dia Arnold Schwarzenegger, apakah dia Dara Singh, dia King Kong, dia seribu kali atau satu juta kali lebih kuat.. Ketika anda dapat menyerupakan tuhan dengan sesuatu apapun di dunia ini maka dia bukan tuhan. Walam yakullahu kufuwan ahad (tidak ada yang serupa dengannya)! 
Inilah 4 “syarat” yang diterangkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam Al-Qur’an sebagai tes teologi. Saya meminta kepada semua yang mendengar ini (-membaca ini juga), baik saat ini atau di manapun, agar anda menguji Tuhan yang anda sembah dengan surat Al-Ikhlas ini. Jika ia lolos terhadap tes surat Al-Ikhlas ini maka Dia adalah Tuhan yang benar. Dan jika gagal terhadap tes ini maka ia adalah Tuhan yang salah..